Kebijakan utang merupakan keputusan strategis yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan perusahaan, dan non-debt tax shield (NDTS). Di tengah meningkatnya perhatian terhadap prinsip keberlanjutan, Environmental, Social, and Governance (ESG) diyakini dapat memengaruhi keputusan pembiayaan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan perusahaan, dan NDTS terhadap kebijakan utang, serta memeriksa peran ESG sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA). Sampel terdiri dari 10 perusahaan sektor pariwisata, restoran, dan hotel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023, dipilih melalui purposive sampling. Kebijakan utang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), sementara ESG diukur berdasarkan pengungkapan sesuai standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021. Pengolahan data dilakukan menggunakan EViews 13