Sebagai bagian dari budaya timur, filosofi Yin dan Yang sangat kental di masyarakat. Artikel ini dimaksudkan untuk mempelajari dan menemukan keseimbangan antara unsur positif dan negatif pedagang kaki lima (PKL) dalam perencanaan kota melalui harmonisasi kebijakan. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan memperhatikan teori-teori yang ada secara sederhana dan menggunakan analisis TOWS dalam menarik kesimpulan. Hasil kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan pendalaman setiap aspek positif dan negatif secara seimbang dan komprehensif agar mendapatkan dampak harmonisasi yang saling menguntungkan bagi kebijakan pemerintah, masyarakat dan PKL