p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ARUMAS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ARUMAS

the IMPLEMENTASI PENGGUNAAN ANTRIAN ONLINE MELALUI APLIKASI MOBILE JKN TINJAUAN LITERATUR: IMPLEMENTASI PENGGUNAAN ANTRIAN ONLINE MELALUI APLIKASI MOBILE JKN TINJAUAN LITERATUR Taufik, Anvika; Alhamda, Syukra; Gustina Irawan , Yeyen
ARUMAS Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/ars.v2i2.103

Abstract

Background:Mobile JKN is a digital innovation by BPJS Kesehatan aimed at improving access and efficiency in healthcare services. One of its key features is the online queuing system, which is designed to reduce patients’ waiting time. Objective:This study aims to analyze the relationship between the use of the Mobile JKN application and patient waiting times or queues in healthcare facilities across Indonesia, based on a review of relevant studies. Methods:This research was conducted using a literature review method by analyzing and examining scientific journal articles sourced from Google Scholar, published between January 1, 2018 and March 31, 2025. The article search was performed using the keywords “Mobile JKN,” “waiting time,” and “online registration.” The objective was to identify the factors that influence the use of the online registration system within the Mobile JKN application. Results:Most studies indicate that the use of Mobile JKN can significantly reduce patient waiting times, especially when accompanied by assistance or intensive monitoring. However, several studies also reveal that low digital literacy, limited infrastructure, and lack of user education remain key barriers to the effective implementation of the application. Conclusion:eight articles were found after applying the inclusion and exclusion criteria. Mobile JKN has great potential to improve service efficiency through its online queuing feature. However, its success largely depends on the readiness of infrastructure, public education, and sustained support from healthcare facilities. An integrative effort involving technology, human resources, and service policies is essential to ensure the successful nationwide adoption of this system.
Analisis Implementasi Mekanisme Pengendalian Mutu dan Pencegahan Fraud dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia (Periode 2020-2025) : Tinjauan Literatur Taufik, Anvika; Rosdawati; alhamda, syukra
ARUMAS Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/ars.v3i1.128

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan telah menjadikan Indonesia sebagai sorotan dunia karena cakupannya yang sangat luas. Selama periode 2020-2025, program ini menghadapi masalah yang berat yaitu menjaga agar layanan kesehatan tetap berkualitas di tengah dana yang terbatas, sekaligus mencegah kebocoran dana akibat kecurangan (fraud). Tujuan;Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan literatur yang komprehensif terhadap studi empiris, analisis kebijakan, dan laporan evaluasi yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur, yaitu dengan melakukan kajian dan studi terhadap artikel jurnal ilmiah berdasarkan penelusuran dari mensintesis data dari basis data Google Scholar, dan Portal Garuda dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Penelusuran artikel jurnal ilmiah menggunakan kata kunci “JKN ”, “BPJS kesehatan”, “Kendali mutu”, dan ”fraud layanan kesehatan” Hasil:Setelah melewati penelurusan dan melalui kriteria inklusi dan eksklusi, ditemukan 11 artikel jurnal ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) serta panduan klinis (Clinical pathway), belum kuat karena kurangnya wewenang dan akses data. Di sisi lain, para pelaku kecurangan makin canggih dengan modus digital seperti upcoding dan phantom billing. Temuan lain adalah upaya pencegahan fraud justru sering menahan pembayaran klaim (pending claim). Akibatnya, arus kas rumah sakit terganggu dan pelayanan pasien jadi korbannya. Studi ini menyarankan agar sistem kendali mutu dan anti-fraud tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan disatukan dalam sistem digital yang canggih. Kesimpulan: Kepatuhan dokter pada standar layanan (Clinical pathway) masih rendah dikarenakanTim Anti-Fraud di RS seringkali tidak kuat karena konflik kepentingan.Pencegahan fraud yang kaku malah menciptakan masalah baru (pending claim) yang merugikan pasien. Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan, Kendali Mutu, Fraud