Tujuan: Mengetahui apakah vitamin D memiliki peran sebagai suplemen tambahan pada terapi diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan perbaikan kontrol glikemik. Metode: Melakukan pencarian literatur melalui database PubMed dan ScienceDirect. Pencarian dilakukan secara sistematis sesuai dengan pertanyaan klinis, kriteria inklusi, kesesuaian judul dan abstrak, serta ketersediaan full-text. Diperoleh dua artikel dengan desain studi RCT yang akan ditelaah secara kritis. Hasil: Dari telaah kritis kedua artikel diperoleh hasil bahwa kelompok yang diberikan suplementasi vitamin D secara oral maupun parenteral memiliki nilai HbA1c yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo. Kesimpulan: Vitamin D memiliki peran sebagai suplemen tambahan pada terapi diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan perbaikan kontrol glikemik jangka panjang, yaitu kadar HbA1C yang lebih rendah.