Penelitian ini mengkaji fenomena disonansi kognitif yang dialami oleh pihak-pihak terkait terhadap stigma pada merek kosmetik lokal Madame Gie setelah tiga produknya dinyatakan tidak lulus uji BPOM dan menjadi viral di TikTok. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan karyawan internal perusahaan serta penjual eksternal untuk menggali respons psikologis mereka. Berlandaskan Teori Disonansi Kognitif Leon Festinger, hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengalami ketidaknyamanan, kebingungan, serta pertentangan kognitif ketika dihadapkan pada pemberitaan negatif yang bertentangan dengan keyakinan mereka terhadap kualitas produk. Untuk meredakan disonansi tersebut, informan melakukan klarifikasi informasi, rasionalisasi, serta pembelaan terhadap merek dengan menekankan pengalaman positif sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disonansi kognitif berperan penting dalam membentuk respons terhadap krisis di media sosial dan memberikan wawasan bagi perusahaan, konsumen, serta peneliti selanjutnya dalam menghadapi fenomena serupa di era digital.