Perkembangan teknologi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), untuk meningkatkan pelayanan publik yang responsif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan peran hubungan masyarakat (humas) dalam komunikasi digital, khususnya melalui Portal Pusat Bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Kemnaker RI dalam meningkatkan komunikasi pelayanan publik digital melalui portal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas humas, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari hasil literatur seperti jurnal, dan buku. Penelitian ini menggunakan teori Computer-Mediated Communication (CMC) sebagai landasan untuk memahami interaksi digital antara instansi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kemnaker memiliki peran yang penting sebagai fasilitator, dan komunikator antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu, dalam menjalankan tugasnya humas juga melakukan mekanisme eskalasi pengaduan, dengan meneruskan pertanyaan atau permasalahan yang bersifat teknis kepada unit terkait agar dapat ditangani secara lebih tepat. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal literasi digital masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, peran Humas Kemnaker RI disini sangat penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik digital. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan sosialisasi menjadi kunci keberlanjutan komunikasi pelayanan publik yang efektif di era digital.