Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna FOMO dalam perilaku konsumsi remaja urban serta bagaimana kemandirian ekonomi berperan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi serta paradigma konstruktivis untuk memperoleh hasil yang mandalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO menjadi dorongan utama dalam keputusan berbelanja, dipicu oleh paparan konten persuasive di media sosial dan tren budaya Korea yang kuat di kalangan remaja. Pembelian thrift juga dimaknai sebagai bentuk ekonomi dan ekspresi diri karena remaja tetap ingin mengikuti tren namun dengan cara yang lebih terjangkau. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan antara kebutuhan sosial, emosional, dan ekonomi dalam perilaku konsumtif remaja urban masa kini.