Analisis struktural dalam karya sastra, seperti novel, berfokus pada memeriksa hubungan antara berbagai unsur intrinsik yang membentuk karya tersebut. Unsur-unsur ini termasuk alur, karakter, latar, tema, sudut pandang, gaya bahasa, simbolisme, dan ironi. Tujuan dari analisis struktural adalah untuk memahami bagaimana semua elemen ini saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap makna keseluruhan dari karya sastra tersebut (Jendela Sastra). Contoh penerapan analisis struktural di Indonesia dapat dilihat dalam berbagai penelitian dan disertasi, seperti karya Umar Junus dan Subagio Sastrowardoyo, yang telah mengkaji banyak teks sastra Indonesia dengan pendekatan ini (Jendela Sastra).