Pemberitaan Trans7 melalui program Xpose Uncensored yang menyoroti kehidupan pesantren memicu perdebatan tentang feodalisme dan relasi kuasa antara kiai dan santri. Tayangan tersebut dianggap kurang sensitif terhadap nilai budaya dan religius, sehingga menimbulkan bias dalam pemahaman masyarakat terhadap pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bentuk feodalisme di pesantren dibingkai oleh Trans7 serta implikasinya terhadap citra pesantren di ruang publik. Metode yang digunakan adalah library research dengan menelaah literatur, dokumen, dan kajian terkait komunikasi massa, framing media, dan sosial keagamaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan pemberitaan Trans7 lebih menonjolkan kontroversi dan kurang mempertimbangkan konteks sosial budaya, sehingga membentuk opini publik yang tidak seimbang. Dibutuhkan peningkatan literasi media dan etika jurnalisme sensitif budaya.