Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

SINTESIS ZEOLIT SNX MENGGUNAKAN SUMBER SILIKA DARI RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum) SEBAGAI KATALIS DALAM ESTERIFIKASI ASAM OLEAT MUHAMAD RIFKI RESNA PERMANA; WAGIN ROSABRUARI; ATTHAR LUQMAN IVANSYAH; SONI SETIADJI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis telah banyak diaplikasikan di industri karena katalis dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pengolahan, seperti dalam produksi biodisel. Zeolit merupakan katalis heterogen, salah satunya adalah zeolit NaX dapat disintesis dari biomassa, seperti dari rumput gajah (Pennisetum purpureum). Zeolit SnX diperoleh dari impregnasi NaX dengan SnCl2. Impregnasi NaX bertujuan untuk meningkatkan situs aktif katalitik, yang mana kedua zeolit ini diujikan pada esterifikasi asam oleat. Metode hidrotermal digunakan untuk menyintesis zeolit NaX dari silika yang bersumber dari rumput gajah. Zeolit NaX dan zeolit SnX dikarakterisasi menggunakaninstrumen XRD dan SEM. Hasil XRD mengkonfirmasi zeolit NaX memiliki 2 theta khas pada 6 – 40°, sedangkan zeolit SnX memiliki 2 theta khas pada 26 – 54° dan menunjukkan kesesuain puncak-puncaknya dengan database IZA. Hasil SEM menunjukkan zeolit NaX memiliki bentuk tetrahedral terpenggal (truncated tetrahedral), sedangkan zeolit SnX memiliki bentuk bulatan. Hasil uji esterifikasi asam oleat dengan variasi berat katalis yang dikatalisis oleh zeolit SnX adalah dapat menurunkan kadar FFA optimum sebesar 74,15%, sedangkan dengan variasi mol etanol penurunan kadar FFA optimum sebesar 85,23%. Dengan demikian zeolit SnX dapatdigunakan sebagai katalis pada percobaan reaksi esterifikasi asam oleat untuk mendapatkan biodiesel karena zeolit SnX dapat menurunkan kadar FFA dalam asam oleat dengan cukup besar.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI PATI UMBI GARUT- KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER ASAM SITRAT DAN CROSSLINKER CaCO3 DARI CANGKANG TELUR PIPI OKTAVIANI; SACHLA RIZKIA UTAMI; NOVA PRATIWI INDRIYANI; SONI SETIADJI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penumpukan sampah plastik di Indonesia yang mencapai 72 juta ton per tahun telah menjadi isu lingkungan yang sangat serius. Upaya pengurangan ketergantungan terhadap plastik konvensional mendorong pengembangan bioplastik berbasis bahan alami yang ramah lingkungan dan dapat terdegradasi secara hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi bioplastik berbasis pati umbi garut (Maranta arundinacea L.) dan karagenan. Komposit dibuat dengan rasio pati:karagenan sebesar 1:2, asam sitrat dalam konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, serta CaCO₃ sebanyak 0,1; 0,2; dan 0,3 gram. Film bioplastik dikeringkan selama 13 jam pada suhu 55 °C. Pengujian meliputi spesifikasi fisik, biodegradasi tanah selama 14 hari, swelling, kekuatan mekanik menggunakan UTM, serta morfologi menggunakan SEM. Hasil terbaik diperoleh pada variasi 20% asam sitrat dan 0,2 gram CaCO₃, dengan ketebalan 0,235 mm, kuat tarik 3,64 kN/m², elongasi 3,44%, modulus Young 1,0591 kN/m², swelling 18,47%, dan tingkat biodegradasi sebesar 91,48%. Penambahan EM-4 terbukti mempercepat proses degradasi. Nilai biodegradasi tersebut memenuhi standar SNI 7188–2022 yang menetapkan tingkat degradasi maksimum 90% dalam 180 hari. Hasil pengamatan morfologi dengan SEM menunjukkan permukaan tidak homogen dengan adanya retakan-retakan kecil yang mengindikasikan struktur yang rapuh. Jika dibandingkan dengan bioplastik komersial seperti Telobag yang memiliki kekuatan tarik mencapai 15,14 MPa, formulasi ini masih memiliki kelemahan dari sisi kekuatan mekanik, sehingga dibutuhkan pengembangan dan modifikasi formula lanjutan guna meningkatkan performanya agar lebih optimal.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI PATI UMBI GARUT-KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN PEMLASTIS EPOXIDIZED FATTY ACID METHYL ESTER (EFAME) DAN PENGIKAT SILANG CaCO3 DARI CANGKANG TELUR AYAM SILVIANAQORI NURULAENI; TIARA MALVITA RAYA NURDIN; NOVA PRATIWI INDRIYANI; SONI SETIADJI
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi sulit terurai secara alami dan berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif material yang lebih ramah lingkungan dan dapat terdegradasi secara hayati. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi bioplastik berbasis pati umbi garut dan karagenan dengan penambahan expoxidized Fatty Acid Methyl Ester (EFAME) sebagai pemlastis dan kalsium karbonat (CaCO3) dari limbah cangkang telur sebagai agen pengikat silang. Variasi EFAME (0,25-1,25 mL) dan CaCO3 (0,1-0,5 g) digunakan untuk mengkaji pengaruhnya terhadap sifat fisik, mekanik, biodegradasi dan morfologi bioplastik. Proses pembuatan meliputi tahap gelatinisasi, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan. Sedangkan karakterisasi meliputi uji swelling, kekuatan tarik, elongasi, modulus young, uji biodegradasi, serta analisis morfologi menggunakan Scanning Elctron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik diperoleh pada 0,75 mL EFAME dan 0,3 g CaCO3 dengan nilai kuat tarik 9,728 MPa dan modulus young 185,3 MPa. Nilai elongasi dan swelling terbaik tercapai pada 0,1 g CaCO3 dan 0,25 mL EFAME dan Biodegradasi tertinggi terjadi pada kombinasi 1,25 mL EFAME dan 0,3 g CaCO3. Morfologi permukaan menunjukkan struktur berlapis (lamellar) dengan partikel CaCO3 yang belum merata. Kesimpulannya, bioplastik dari kombinasi pati umbi garut dan karagenan dengan penambahan EFAME dan CaCO3 memiliki potensi sebagai alternatif plastik ramah lingkungan yang biodegradable, meskipun masih memerlukan optimalisasi untuk mencapai standar nasional.