Penelitian ini membahas perilaku pemilih dan faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara terhadap 15 pemilih dari tiga kecamatan: Biringkanaya, Wajo, dan Ujung Pandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku memilih dipengaruhi oleh tiga faktor utama: sosiologis (agama, etnis, dan pengaruh tokoh masyarakat), psikologis (persepsi terhadap karakter calon), dan rasionalitas (pertimbangan terhadap program kerja dan visi-misi calon). Rendahnya partisipasi disebabkan oleh kendala akses ke TPS, kurangnya pemahaman politik, dan kekecewaan terhadap kandidat. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi politik dan perbaikan sistem pemilu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat secara sadar dan bertanggung jawab.