Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi layanan perpustakaan inklusif di Indonesia berdasarkan lima indikator Pedoman IFLA, yaitu: aksesibilitas fisik, koleksi aksesibel, teknologi adaptif, kompetensi pustakawan, serta kebijakan dan manajemen layanan disabilitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sepuluh artikel yang relevan dengan tema layanan disabilitas di perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perpustakaan belum memenuhi kelima indikator tersebut. Akses fisik masih terbatas, koleksi aksesibel belum merata, teknologi bantu belum dimanfaatkan secara optimal, kompetensi pustakawan kurang memadai, dan kebijakan institusional belum terstruktur. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan fasilitas, pelatihan SDM, serta penguatan regulasi agar perpustakaan mampu menyediakan layanan yang setara dan inklusif bagi seluruh penyandang disabilitas.