Suhardi
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KORELASI DURASI MENATAP LAYAR GADGET DAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA DI JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA Rendhy Irawan; Suhardi; Nurul Fithriati Haritsah
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i3.89

Abstract

Latar belakang: Kualitas tidur yang buruk berdampak pada sistem kardiovaskuler, neuromuskuler, dan muskuloskeletal. Mahasiswa fisioterapi berisiko mengalami gangguan tidur akibat stres, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan layar gadget yang tinggi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi menatap layar gadget dan tingkat aktivitas fisik terhadap kualitas tidur mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 87 mahasiswa. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI, aktivitas fisik diestimasi melalui VO₂max, dan durasi screen time dicatat per hari. Analisisstatistik menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik biner untuk mengevaluasi pengaruh gabungan variabel. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (r = +0,518; p < 0,01), tetapi tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time dan kualitas tidur (r = -0,173; p = 0,132). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara signifikan memengaruhi kualitas tidur (OR = 8,556; 95% CI: 3,015–24,276; p < 0,001), sedangkan screen time tidak berpengaruh signifikan (OR = 0,584; 95% CI: 0,203–1,684; p = 0,320). Kesimpulan: Aktivitas fisik berhubungan positif terhadap kualitas tidur dan memiliki pengaruhdominan dibandingkan durasi screen time. Saran: Intervensi untuk meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa sebaiknya fokus pada peningkatan aktivitas fisik, sementara manajemen screen time dapat dipertimbangkan sebagai pendukung.