Kemajuan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola hidup manusia secara mendasar. Intensitas penggunaan media sosial yang berlebihan menimbulkan fenomena kecanduan digital (digital addiction) yang berdampak pada penurunan konsentrasi, stres emosional, serta melemahnya kesadaran spiritual di kalangan mahasiswa. Tasawuf, sebagai dimensi batin Islam, menawarkan pendekatan etika spiritual melalui nilai‐nilai zuhud, muraqabah, muhasabah, dan qana‘ah untuk menyeimbangkan kehidupan digital dan spiritualitas manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dengan menganalisis relevansi nilai tasawuf terhadap pengendalian kecanduan media sosial dan pembentukan digital well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tasawuf mampu meningkatkan kesadaran diri, mengatur perilaku digital secara proporsional, serta menumbuhkan keseimbangan moral dan emosional dalam aktivitas daring. Tasawuf berfungsi bukan hanya sebagai ajaran mistik, melainkan sebagai dasar etika kontemporer untuk membentuk kehidupan digital yang berkesadaran, beretika, dan menenangkan secara spiritual.