Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ergonomi Dan Kondisi Lingkungan Kerja Di Kantor PT Wolu Berkah Perkasa Hasibuan, Jenni Maia Khalijah; Khairunnisa, Khairunnisa; Salsabilla, Ghefira Syifa; Lubis, Khairunnisa Br; Wardani, Rahmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6193

Abstract

Tugas administratif yang sering melibatkan waktu lama duduk di depan komputer dapat menyebabkan masalah kesehatan jika prinsip-prinsip ergonomi tidak diterapkan dengan baik. Lingkungan kerja yang tidak ideal, seperti cahaya yang kurang dan ruangan yang sempit, bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mengurangi produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi di tempat kerja dan beban fisik karyawan di kantor PT Wolu Berkah Perkasa. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang, melibatkan semua karyawan administrasi yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan checklist ergonomi, serta pengukuran pencahayaan, suhu, dan kebisingan, dan penilaian beban kerja fisiologis menggunakan metode 10 denyut nadi sebelum dan sesudah jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya di ruang kerja masih di bawah standar ergonomi (<300 lux), sedangkan suhu dan kebisingan berada dalam kondisi nyaman. Postur kerja karyawan umumnya hampir sesuai dengan standar ergonomi, tetapi ruang untuk kaki dan area gerak sangat terbatas karena penataan furnitur yang terlalu rapat. Selain itu, ditemukan adanya peningkatan frekuensi denyut nadi setelah bekerja yang menandakan adanya peningkatan beban kerja fisik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lingkungan kerja di PT Wolu Berkah Perkasa masih perlu diperbaiki untuk memenuhi prinsip ergonomi, khususnya dalam hal pencahayaan dan penataan ruang kerja.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Ibu terhadap Pencegahan Stunting pada Masyarakat Pesisir Desa Sei Naga Lawan Wasiyem, Wasiyem; Hasibuan, Jenni Maia Khalijah; Wiranti, Tri Radia; davira, Mawar; Rahmadhani, Nabila; Sitindaon, Alichia Puteri Rizki; Telaumbanua, Muhammad Rizqhy Ananda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7353

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pesisir yang memiliki akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi yang terbatas. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam mencegah stunting melalui pengetahuan, sikap, dan cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam mencegah stunting di masyarakat pesisir Desa Sei Naga Lawan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 ibu yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,0%) dan baik (33,3%), namun masih ada 26,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap ibu terhadap pencegahan stunting cenderung positif (70,0%), tetapi praktik pencegahan stunting sebagian besar masih berada di kategori cukup (43,3%). Perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dipengaruhi oleh faktor lingkungan pesisir seperti akses layanan kesehatan dan sanitasi yang terbatas serta kondisi ekonomi keluarga. Kesimpulannya, meskipun sikap ibu terhadap pencegahan stunting sudah positif, diperlukan peningkatan pengetahuan dan penguatan praktik nyata di tingkat rumah tangga melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan budaya lokal pesisir.