Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh merupakan proyek kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang menghubungkan Jakarta–Bandung sepanjang 142,3 km dengan teknologi CRH dari Tiongkok, berkecepatan hingga 350 km/jam, sehingga memangkas waktu tempuh menjadi 36–45 menit dari sebelumnya lebih dari 3 jam, sekaligus mendorong konektivitas, pertumbuhan ekonomi koridor, dan transfer teknologi. Pada lintasan Stasiun Padalarang–Halim terdapat 13 terowongan yang menyebabkan gangguan komunikasi wireless dan menurunkan kenyamanan akses internet penumpang. Penelitian ini merancang solusi komunikasi wireless mengacu pada standar 3GPP dan regulasi frekuensi nasional, mengevaluasi tiga opsi (Distributed Antenna System, Leaky Feeder, dan Repeater), serta memilih leaky feeder pada frekuensi 1800 MHz yang disimulasikan menggunakan Atoll dengan parameter RSRP, RSSI, SINR, RSRQ, dan throughput, serta mempertimbangkan biaya (CAPEX, OPEX, revenue, profitability index, payback period). Hasil menunjukkan layanan LTE di terowongan Whoosh dengan leaky feeder menghasilkan RSRP -66,82 dBm, RSSI -37,25 dBm, throughput 54.987,82 Kbps, SINR 24,68 dB, RSRQ -12,58 dB, dengan kelayakan finansial ditunjukkan oleh NPV Rp 2.832.577.026,58 dan proyeksi pendapatan tahunan positif. Kata kunci— Atoll, KCIC, Leaky Feeder, Passenger Internet, tunnel, wireless communication.