Purwiyanto, Anna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Community Development

Bank Sampah sebagai Media Edukasi Lingkungan Laut untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sungsang Aryawati, Riris; Ulqodry, T.; Melki; Utami, Risnita; Purwiyanto, Anna; Hendri, Muhammad; Isnaini; Surbakti, Heron
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1810

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pencemaran sampah di wilayah pesisir Sungsang, Banyuasin, yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terorganisir. Rendahnya kesadaran masyarakat, tingginya sampah anorganik yang masuk ke laut, serta belum adanya lembaga pengelola sampah menjadi isu utama yang perlu diatasi. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembentukan kelembagaan bank sampah, pelatihan daur ulang, dan digitalisasi pencatatan sampah. Program ini melibatkan 31 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan komunitas nelayan. Hasil analisis SWOT menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan program melalui penguatan kesadaran lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Solusi utama yang diterapkan meliputi: Edukasi lingkungan laut, untuk meningkatkan literasi dan perubahan perilaku masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat pemahaman peserta hingga ≥80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test; pembentukan Bank Sampah Sungsang, lengkap dengan SOP, alat pendukung, dan tim pengelola lokal; pelatihan pengolahan sampah, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan bernilai ekonomi; sistem dokumentasi digital, menggunakan spreadsheet untuk transparansi dan pelaporan. Target luaran meliputi modul edukasi, bank sampah aktif, pelatihan daur ulang, produk hasil olahan sampah, sistem pencatatan digital, serta peningkatan volume sampah terpilah. Seluruh kegiatan dirancang melalui metode partisipatif, workshop, pendampingan lapangan, dan evaluasi berkala selama enam bulan. Manfaat program bagi masyarakat antara lain meningkatnya kesadaran lingkungan, peluang ekonomi baru dari penjualan sampah dan produk kreatif, serta lingkungan pesisir yang lebih bersih. Bagi institusi desa, program ini menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.