Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi strategi penting dalam peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan rawat jalan. Namun, bukti empiris berbasis konteks lokal terkait dampak RME terhadap waktu tunggu pelayanan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME dan pengaruhnya terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan di RSUD Maria Walanda Maramis, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan selama Oktober–Desember 2025. Informan dipilih secara purposive, melibatkan empat orang, terdiri dari dua pasien rawat jalan dan dua pimpinan rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah data waktu tunggu dari dasbor Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME berkontribusi terhadap perbaikan waktu tunggu pelayanan rawat jalan, yang dipengaruhi oleh faktor manusia (pengetahuan dan kemauan pengguna), faktor mesin (ketersediaan sarana dan stabilitas jaringan), serta faktor metode (standar prosedur operasional dan pendampingan implementasi). Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan RME tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi dan sumber daya pendukung.