Ketidakseimbangan beban pada jaringan dapat menyebabkan penurunan kinerja sistem dan berpotensi mengganggu ketersediaan layanan (availability). Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah load balancing, yang bertujuan mendistribusikan beban kerja secara merata di antara sumber daya yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja dua algoritma load balancing, yaitu Round Robin (RR) dan Weighted Round Robin (WRR), dalam konteks optimalisasi jaringan. Simulasi dilakukan menggunakan GNS3 dan analisis paket melalui Wireshark dengan parameter pengujian meliputi bandwidth, throughput, delay, dan packet loss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WRR mengungguli RR dengan peningkatan throughput sebesar 4,7% pada uji 250 refresh, 1,9% pada 500, dan 1,7% pada 1.000, serta penurunan delay masing-masing 5%, 45%, dan 10% pada interval uji yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme pembobotan WRR mendistribusikan beban lebih efisien dibanding RR, khususnya saat kapasitas server tidak seragam. Kontribusi penelitian bersifat konseptual dan empiris melalui analisis kuantitatif efektivitas dua algoritma klasik dalam menjaga kinerja dan availability jaringan. Hasilnya diharapkan menjadi rujukan bagi penerapan load balancing yang efisien pada lingkungan jaringan skala menengah.