This Author published in this journals
All Journal Ase Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Ase Journal

Analisis Pemasaran Beras Di Kabupaten Gowa (Studi Kasus di Kecamatan Palangga): "Analysis of Rice Marketing in Gowa Regency: A Case Study of Palangga District" Eyen Aristo, Martinus
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 4 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras sebagai komoditas pangan utama di indonesia termasuk Kecamatan Palangga dipasarkan melalui beberapa saluran distribusi yang berbeda, sehingga menimbulkan variasi margin pemasaran dan farmer’s share yang diterima petani. Perbedaan panjang saluran pemasaran ini berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan pembagian keuntungan, di mana margin cenderung meningkat pada saluran yang lebih panjang, sementara bagian harga yang diterima petani semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem saluran pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share pada komoditas beras di Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Penelitian ini di laksanakan di kecamatan palangga kabupaten gowa. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini yaitu 112 responden, petani padi 64 orang, pedagang pengumpul 16 orang dan pengecer 32 orang. Analisis yang di gunakan yaitu Analisis pendekatan deskriptif, margin Pemasaran, Farmer’s Share dan Efisiensi Pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran beras di Kecamatan Palangga, yaitu: (1) petani ? konsumen, (2) petani ? pedagang pengumpul ? konsumen, dan (3) petani ? pedagang pengumpul ? pedagang pengecer ? konsumen. Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran III sebesar Rp 4.000/kg, sedangkan saluran I tidak menghasilkan margin karena petani menjual langsung ke konsumen. Nilai farmer’s share tertinggi diperoleh pada saluran I sebesar 100%, diikuti saluran II sebesar 75%, dan saluran III sebesar 69%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran, semakin besar margin pemasaran dan semakin rendah bagian harga yang diterima petani. Oleh karena itu, saluran pemasaran yang lebih pendek dianggap lebih efisien dan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.