Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksikan kembali pengetahuan tradisional suku Biak dalam proses teknologi perahu tradisional Wairon dan Waimansusu yang menjadi sarana utama transportasi dalam pelayaran dan perdagangan Suku Biak di Pesisir Pantai Utara Papua dari Abad VIII hingga Abad XIX. Meskipun masyarakat pesisir dan kepulauan di Papua memiliki beragam jenis perahu tradisional dengan karakteristik budaya yang berbeda-beda, tidak banyak perahu tradisional yang memiliki kemampuan untuk melakukan pelayaran jauh hingga ke wilayah barat hingga Kepulauan Maluku atau bahkan ke wilayah timur. Bagi orang Biak, perahu-perahu jenis Wairon dan Waimansusu memiliki nilai artistik dan simbolis yang besar dalam sejarah kejayaan pelayaran maritim di kawasan timur Nusantara. Tujuan dari merekonstruksi teknologi perahu Wairon dan Waimansusu adalah untuk memahami serta menceritakan proses pembuatan perahu tradisional, kemampuan pelayaran, dan kapasitas muatan dalam kegiatan perdagangan, pelayaran, dan penjelajahan di wilayah pesisir Utara Papua. Kedua jenis perahu ini saat ini semakin langka dan jarang diproduksi oleh Suku Biak sebagai bagian dari warisan budaya maritim mereka. Namun, perahu-perahu ini memiliki nilai eksotis yang besar dalam pengembangan pariwisata budaya bahari di kawasan Teluk Cenderawasih, Papua-Indonesia.