Sindrom pramenstruasi (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang dialami wanita sebelum menstruasi. Faktor gizi diyakini berperan dalam timbulnya PMS, terutama kekurangan asupan makronutrien maupun mikronutrien tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS pada wanita usia reproduktif. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 80 responden mahasiswi usia 18–24 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data PMS dikumpulkan menggunakan kuesioner Premenstrual Syndrome Scale (PMSS), sedangkan asupan gizi diukur dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden mengalami PMS sedang hingga berat. Asupan gizi tidak seimbang ditemukan pada 60% responden, dengan defisit protein, kalsium, dan vitamin B6 sebagai faktor dominan. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan gizi dengan kejadian PMS (p=0,012). Terdapat hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS. Asupan gizi yang kurang seimbang meningkatkan risiko gejala PMS.