Pantai Purus Kota Padang merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Namun, keberadaan pengamen di kawasan ini kerap dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung karena kualitas penampilan musik dan vokal yang cenderung ala kadarnya. Hal tersebut menyebabkan pengunjung kurang memberikan apresiasi, bahkan terkesan terpaksa memberi uang. Kondisi ini berdampak pada rendahnya pendapatan pengamen, serta keberlanjutan aktivitas mereka, terlebih sebagian pengamen masih berada pada kategori usia anak-anak. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan pengamen Pantai Purus melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan mencakup peningkatan keterampilan olah vokal, teknik bermain alat musik, pengelolaan repertoar, serta strategi interaksi dengan audiens. Selain itu, pengamen dibekali keterampilan dasar ekonomi kreatif, khususnya manajemen keuangan sederhana dan pemasaran digital melalui media sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan musikal, kepercayaan diri dalam penampilan, serta kemampuan memanfaatkan platform digital untuk promosi. Wisatawan memberikan apresiasi positif terhadap kualitas pertunjukan pengamen binaan, dan sebagian pengamen mengalami peningkatan pendapatan setelah mengikuti program. Selain itu, terbentuk komunitas pengamen binaan sebagai wadah keberlanjutan, dengan dukungan pemerintah daerah dan komunitas seni lokal. Dengan capaian tersebut, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas seni jalanan, tetapi juga turut mendukung terciptanya suasana wisata yang lebih nyaman dan harmonis di Pantai Purus.