Riska Riska
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Framing Pesan Humas Polda Riau di Instagram @humaspolda_riau Dalam Meningkatkan Citra Pasca Bencana Alam Di Sumatera : Define Problems (Mendefinisikan Masalah), Diagnose Cause (Mendiagnosis Penyebab), Make Moral Judgment (Penilaian Moral), Suggest Remedies (Solusi yang Ditawarkan) Riska Riska; Rani Putri Kinanti; Dion Bernolian; Abdul Razzaq
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5548

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pembingkaian pesan oleh Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau (Humas Polda Riau) di Instagram @humaspolda_riau untuk meningkatkan citra institusi pascabencana alam di Sumatera. Banjir bandang dan tanah longsor pada bulan November 2025 di beberapa wilayah di Sumatera, termasuk Riau, menyebabkan kerugian fisik, psikologis, dan sosial, serta kritik terhadap respons polisi. Humas Polda Riau memanfaatkan Instagram sebagai saluran komunikasi strategis untuk menumbuhkan solidaritas, transparansi, dan empati melalui konten visual dan narasi humanis. Dengan menggunakan teori pembingkaian Entman, penelitian ini membedah empat aspek: mendefinisikan masalah (mendefinisikan bencana sebagai krisis kemanusiaan), mendiagnosis penyebab (penyebab eksternal seperti kondisi alam), penilaian moral (memposisikan polisi sebagai pahlawan humanis), dan menyarankan solusi (solusi seperti bantuan dan evakuasi). Metode kualitatif deskriptif melibatkan analisis konten terhadap 9 unggahan dari November hingga Desember 2025, menggunakan teknik observasi mendalam dengan tangkapan layar konten visual, narasi teks, tagar, dan respons netizen (suka, komentar, dan bagikan). Prosedur dilakukan secara sistematis tanpa replikasi, dengan volume data disesuaikan berdasarkan unggahan yang tersedia. Hasil menunjukkan pola komunikasi yang informatif dan humanis yang mengalihkan fokus dari kerugian ke harmoni, sehingga menghasilkan respons positif dari publik. Kesimpulan ini menegaskan efektivitas framing dalam membangun citra yang responsif dan berkelanjutan, memberikan wawasan strategis bagi komunikasi digital kepolisian di tengah krisis bencana. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang framing media sosial dalam konteks pemulihan citra institusional.
Framing Pesan Humas Polda Sumsel di Instagram Dalam Memulihkan Citra Pasca Unjuk Rasa Asosiasi Driver Online Riska Riska; Nadia Damayanti; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Humas Polda Sumatera Selatan membingkai (framing) pesan melalui unggahan Instagram @polisi_sumsel dalam upaya memulihkan citra pasca aksi unjuk rasa Asosiasi Driver Online Sumsel pada Agustus 2025. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan publik terkait insiden tewasnya seorang pengemudi online, yang kemudian memicu meningkatnya kritik terhadap aparat kepolisian. Dalam situasi krisis kepercayaan ini, media sosial menjadi kanal penting bagi institusi kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi, menunjukkan empati, dan membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Entman, mencakup empat elemen: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, memberikan penilaian moral, dan menawarkan solusi. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan Instagram dalam rentang H+1 hingga beberapa minggu setelah aksi, mencakup konten visual, narasi, dan respons warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Polda Sumsel secara konsisten membingkai unggahan dengan narasi humanis, informatif, dan berorientasi pada dialog. Fokus framing diarahkan untuk menekankan ketertiban, empati, serta komitmen kepolisian dalam mendengarkan aspirasi dan menjaga keamanan. Visual interaksi positif antara polisi dan masyarakat digunakan untuk mengalihkan persepsi publik dari konflik menuju citra kepolisian yang responsif dan komunikatif. Kesimpulannya, Instagram terbukti menjadi media efektif dalam strategi komunikasi krisis untuk memulihkan citra institusi melalui konsistensi pesan dan pendekatan humanis.