Nadia Damayanti
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Framing Pesan Humas Polda Sumsel di Instagram Dalam Memulihkan Citra Pasca Unjuk Rasa Asosiasi Driver Online Riska Riska; Nadia Damayanti; Rina Pebriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Humas Polda Sumatera Selatan membingkai (framing) pesan melalui unggahan Instagram @polisi_sumsel dalam upaya memulihkan citra pasca aksi unjuk rasa Asosiasi Driver Online Sumsel pada Agustus 2025. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan publik terkait insiden tewasnya seorang pengemudi online, yang kemudian memicu meningkatnya kritik terhadap aparat kepolisian. Dalam situasi krisis kepercayaan ini, media sosial menjadi kanal penting bagi institusi kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi, menunjukkan empati, dan membangun citra positif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Entman, mencakup empat elemen: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, memberikan penilaian moral, dan menawarkan solusi. Data dikumpulkan melalui observasi unggahan Instagram dalam rentang H+1 hingga beberapa minggu setelah aksi, mencakup konten visual, narasi, dan respons warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Polda Sumsel secara konsisten membingkai unggahan dengan narasi humanis, informatif, dan berorientasi pada dialog. Fokus framing diarahkan untuk menekankan ketertiban, empati, serta komitmen kepolisian dalam mendengarkan aspirasi dan menjaga keamanan. Visual interaksi positif antara polisi dan masyarakat digunakan untuk mengalihkan persepsi publik dari konflik menuju citra kepolisian yang responsif dan komunikatif. Kesimpulannya, Instagram terbukti menjadi media efektif dalam strategi komunikasi krisis untuk memulihkan citra institusi melalui konsistensi pesan dan pendekatan humanis.