Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Studi Optimasi Beras Analog Ubi Ungu Dan Ubi Kuning Dengan Beras Konvensional Menggunakan Metode Response Surface Methodology (RSM) Fitriyani; Sindy Nindia Maretha Haris Tanti; Safira Kanza; Mustika Ratnawati Faizzah; Asri Amalia Muti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5648

Abstract

Beras merupakan sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia, namun ketergantungan tinggi pada beras konvensional menimbulkan tantangan. Diversifikasi pangan melalui pengembangan beras analog menjadi salah satu solusi yang potensial. Beras analog adalah produk pangan yang menyerupai beras padi tetapi dibuat dari bahan non-padi, seperti umbi-umbian sehingga memiliki nilai gizi dan fungsional yang lebih bervariasi. Penelitian ini berfokus pada optimasi formulasi beras analog berbasis ubi ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) dan ubi kuning (Ipomoea batatas L.) yang dikenal kaya akan senyawa bioaktif. Ubi ungu mengandung antosianin sebagai antioksidan alami dengan manfaat kesehatan, sedangkan ubi kuning kaya β-karoten yang berperan sebagai provitamin A serta meningkatkan sistem imun. Tujuan utama penelitian adalah menentukan formulasi optimal beras analog berbahan ubi ungu dan ubi kuning menggunakan metode Response Surface Methodology. Metode Response Surface Methodology dipilih karena mampu menganalisis hubungan antarvariabel formulasi secara matematis, serta menentukan titik optimasi dengan akurasi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi 50:50 merupakan formulasi yang paling optimal untuk menghasilkan beras analog dengan karakteristik gizi yang seimbang. Pengaruh linear mixture signifikan terhadap seluruh parameter utama, dan model dinyatakan sesuai berdasarkan hasil lack of fit yang tidak signifikan. Formulasi 50% ubi ungu dan 50% ubi kuning dapat direkomendasikan sebagai formulasi paling optimal.