Penelitian ini menganalisis hubungan antara penggunaan aplikasi keuangan digital dan literasi keuangan dalam perencanaan keuangan mahasiswa. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (88%) menggunakan aplikasi E-Wallet seperti GoPay, DANA, dan OVO, namun hanya untuk fitur dasar seperti pembayaran dan top-up. Kurangnya pemanfaatan pada fitur investasi dan pinjaman di aplikasi keuangan digital menyebabkan adanya kesenjangan pemahaman mahasiswa, terhadap sarana keuangan yang kompleks. Berdasarkan penelitian, terdapat tiga tantangan utama, yaitu tampilan aplikasi yang terlalu kompleks, rendahnya pengetahuan mengenai literasi keuangan, dan ketergantungan yang berlebihan pada fungsi transaksi dasar. Sebagai solusi, penulis menyarankan pendekatan menyeluruh dengan mendesain ulang aplikasi tingkat fitur sesuai dengan literasi pengguna, serta menciptakan program edukasi kolaboratif seperti fintech-kampus yang berbasis pada studi kasus, dan model pendampingan praktis seperti komunitas SALVI UI yang telah terbukti meningkatkan pemahaman mengenai produk investasi melalui metode learning-by-doing. .