Perkembangan teknologi digital menuntut museum untuk beradaptasi agar tetap relevan dan menarik bagi pengunjung, khususnya generasi muda. Museum Seni Rupa dan Keramik sebagai salah satu destinasi wisata edukatif di Jakarta menghadapi tantangan dalam menyajikan pengalaman belajar yang interaktif tanpa mengganggu aspek konservasi koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan kebutuhan pengunjung terhadap penerapan inovasi digital berupa fitur Virtual 360° dan Virtual Reality (VR) di Museum Seni Rupa dan Keramik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara informal dengan pengelola museum, serta penyebaran kuesioner kepada pengunjung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase responden pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat penerimaan yang sangat tinggi terhadap penggunaan fitur Virtual 360° dan VR. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap koleksi museum, memperkaya pengalaman visual, meningkatkan keterlibatan (engagement), serta mendorong minat untuk berkunjung kembali. Dengan demikian, penerapan fitur Virtual 360° dan VR berpotensi menjadi media edukasi dan promosi yang efektif serta mendukung transformasi digital Museum Seni Rupa dan Keramik di era modern.