Penelitian ini menganalisis perbedaan pengaruh latihan Stride Jump Crossover dan Squad Split Jump terhadap kecepatan tendangan lurus pada atlet pencak silat Perguruan Thaimin Unit Padang Pariaman. Penelitian bersifat eksperimental semu dengan desain Two Group Pre-Test Post-Test Design, melibatkan 10 atlet putra usia 15-18 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok, dilakukan selama 20 Juni-20 Juli 2025 di Nagari Sicincin. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata kecepatan tendangan lurus kelompok Stride Jump Crossover sebesar 13,8 (kategori kurang) dan Squad Split Jump 14,6 (kategori kurang). Post-test meningkat menjadi 24,4 untuk kedua kelompok (kategori cukup), dengan uji normalitas Liliefors menegaskan data berdistribusi normal dan uji t membuktikan pengaruh signifikan dari masing-masing latihan (th > tt pada α=0,05). Namun, uji perbedaan antar kelompok menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (th=0,34 < tt=2,306), meskipun Stride Jump Crossover sedikit lebih unggul dalam koordinasi dan daya ledak lateral yang mirip gerakan pencak silat. Kesimpulan menyatakan kedua latihan efektif meningkatkan power tungkai dan kecepatan tendangan, direkomendasikan untuk pembinaan atlet pencak silat.