Artikel ini akan membahas persoalan yang menjadi perdebatan perihal kehendak siapa Yudas menghianati Yesus, pertanyaannya Adalah apakah karena kehendak diri sendiri, kehendak iblis, atau kehendak Allah?. Dari kalangan Kristen timbul usaha menegasikan Allah sebagai penyebab yang mempengaruhi kehendak dalam diri Yudas pada peristiwa penyaliban Yesus. Yudas dipercaya telah dihasut oleh iblis yang menjadi penyebab utama Yudas menghianati Sang Guru. Negasi ini menimbulkan polemik, sebab di satu sisi bermaksud membela Allah dan membebaskan Allah dari tanggung-jawab rencana besar-Nya sendiri sebagai final cause. Di sisi lain menempatkan iblis sebagai final cause dalam peristiwa penyaliban Yesus padahal iblis sesungguhnya sama seperti Yudas. Penulis akan memaparkan bahwa dalam peristiwa penyaliban, baik Yudas sebagai agen pelaku penangkapan Yesus maupun iblis sebagai kuasa yang merasuki pikiran Yudas untuk menghianati Yesus memiliki peran sebab efisien (efficiens cause) yang sama. oni kehendak dari rencana Allah yang kekal berkaitan keselamatan manusia.