Erodibility relates to soil loss by water and wind transport through a formulaic approach that combines the values of soil texture, soil structure, organic matter and soil permeability. This research aims to analyse the value of soil erodibility and provide information as input and conservation advice in the management and use of land in Rirang Jati Village. This research uses survey method, soil sampling is done by purposive sampling based on land unit map of rirang jati Village. Soil erodibility data analysis using Wischmeier and Smith 1978 equation. Based on the results of the analysis of soil erodibility classes were generated, ranging from class1 (very low) to class 6 ( very high). The highest erodibility occurs in LMU PD-HS-C with a value of 0,72 this occurs because the soil has poor permeability and high dust content. The lowest erobilility occurs in land unit PD-HS-SC with a value -0,060 this occurs because the soil has a high organic matter content. Conservation actions suggested are in the form of supervision of land use in areas that indicate high erodibilty if possible, planting ground cover crops or double cropping can be done. Keywords: Erodibility, Erodibility Factor, Land Use. Abstrak Erodibilitas berkaitan dengan kehilangan tanah oleh daya penghanyut air maupun angin melaui pendekatan rumus yang menggabungkan nilai tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik dan permeabilitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai erodibilitas tanah serta memberikan informasi sebagai masukkan dan saran konservasi dalam pengelolaan dan penggunaan lahan di Desa Rirang Jati. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling berdasarkan peta satuan lahan Desa Rirang Jati. Analisis data erodibilitas tanah menggunakan persamaan Wischmeier and Smith 1978. Berdasarkan hasil analisis nilai Erodibilitas (K) tanah dihasilkan 6 kelas erodibilitas tanah, mulai dari kelas 1(sangat rendah) sampai kelas 6 (sangat tinggi). Erodibilitas paling tinggi terjadi pada LMU PD-HS-C dengan nilai sebesar 0,72, hal tersebut terjadi karena tanah tersebut memiliki permeabilitas yang sangat lambat dan kandungan debu yang tinggi. Eerodibilitas paling rendah terjadi pada LMU PD-HS-SC dengan nilai sebesar -0,060, hal ini terjadi karena tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Tindakan konservasi yang disarankan berupa pengawasan terhadap penggunaan lahan pada wilayah yang terindikasi erodibilitas tinggi jika memungkinkan dapat dilakukan penanaman tanaman penutup tanah atau bercocok tanam ganda. Kata Kunci: Erodibilitas, Faktor Erodibilitas, Penggunaan Lahan