Pengekangan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan kinerja beton terhadap gaya tekan, diantaranya adalah pada komponen pedestal. Salah satu parameter pada tulangan pengekang yang digunakan adalah diameter tulangan pengekang. Penelitian ini menggunakan tulangan pengekang hoop persegi dengan variasi diameter Ø4,5 dengan fy = 303,16 MPa, Ø5,5 dengan fy = 325,48 MPa dan Ø6 dengan fy = 340,96 MPa, dan mutu beton f’c = 32,15 MPa. Kuat tarik baja yang digunakan adalah mutu rendah dengan nilai fy<400 MPa, dimensi beton pedestal adalah 150 x 150 x 300 mm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 28 hari sesuai dengan ASTM C39/C39M-22 tentang Standard Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tulangan pengekang dengan mutu rendah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kuat tekan pedestal. Hasil kuat tekan rata-rata dari benda uji dengan variasi diameter tulangan pengekang Ø4,5, Ø5,5, dan Ø6 berturut-turut sebesar 36,34 MPa, 38,24 MPa dan 41,41 MPa dengan persentase kenaikan sebesar 11,53%, 15,92% dan 22,36% dibandingkan dengan beton pedestal tanpa pengekang.