Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami stres akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi secara terus-menerus. Spiritual Well-Being berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi serta menurunkan tingkat stres selama menjalani terapi jangka panjang. Tujuan: Studi ini menganalisis hubungan spiritual well-being terhadap stres pasien hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Spiritual Well-Being Scale (SWBS) kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki spiritual well-being kategori tinggi, serta stres kategori sedang. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan signifikan antara spiritual well-being terhadap stres (p< 0,05) dengan arah korelasi negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi spiritual well-being, maka semakin rendah stres pada pasien hemodialisis. Kesimpulan: Spiritual well-being berhubungan signifikan terhadap stres pada pasien hemodialisis. Intervensi keperawatan yang mendukung aspek spiritual perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola stres selama menjalani terapi.