Aerasi dan oksigenasi merupakan komponen penting dalam sistem budidaya perikanan untuk menjaga kualitas air tetap optimal serta mendukung kebutuhan fisiologis organisme budidaya. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) menjadi indikator utama kualitas air yang secara langsung memengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Praktik akuakultur intensif sering menyebabkan penurunan kadar oksigen akibat tingginya kepadatan tebar dan akumulasi bahan organik dari sisa pakan serta hasil metabolisme. Makalah ini membahas teknologi aerasi dan oksigenasi yang umum digunakan, seperti aerator mekanis, sistem microbubble, dan teknologi nanobubble, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Teknologi nanobubble menonjol karena kemampuannya menjaga kestabilan oksigen terlarut sekaligus membantu mengikat polutan tersuspensi, sehingga meningkatkan kondisi kualitas air secara keseluruhan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aerasi yang tepat dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mencapai tingkat kelangsungan hidup hingga 100% pada beberapa spesies. Namun, keberlanjutan sistem aerasi masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan energi yang tinggi, ketidakstabilan pasokan listrik di daerah terpencil, serta fluktuasi biaya bahan bakar. Oleh karena itu, integrasi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin kontinuitas aerasi dan kestabilan kualitas air dalam sistem akuakultur.