Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, good corporate governance, dan institutional ownership terhadap financial statement fraud dengan Audit Quality sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 dengan total 192 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan model interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa good corporate governance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial statement fraud, sedangkan financial distress, institutional ownership, dan audit quality tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, audit quality tidak mampu memoderasi hubungan antara variabel independen dan Financial Statement Fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan tata kelola perusahaan berperan penting dalam pencegahan kecurangan laporan keuangan.