Gudang distributor PT C menghadapi sedang menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat tingginya tingkat kecacatan produk terutama pada produk Yogurt Squeeze. Adanya kecacatan produk ini dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan berimbas pada kerugian pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan, menentukan faktor penyebab kegagalan produk dan mencari langkah perbaikan untuk menekan jumlah produk cacat selama proses distribusi ke konsumen. Metode yang digunakan meliputi Statictical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengendalian kualitas di gudang distributor PT C berdasarkan SPC berada pada kondisi stabil serta berada dalam batas kendali. Berdasarkan diagram Pareto, jenis cacat yang paling sering muncul adalah kemasan yang menggembung (79,1%). Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi disebabkan oleh kurang optimalnya pemantauan suhu. Kata Kunci:Pengendalian Kualitas, SPC, FMEA, Cacat Produk