Penelitian ini menganalisis perbandingan kinerja keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebelum (2007-2017) dan sesudah penerapan mobile banking (2018-2024) menggunakan rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Data sekunder dari laporan tahunan Bank Mandiri dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, homogenitas Levene, dan independent sample t-test melalui SPSS, yang menunjukkan data terdistribusi normal dan homogen untuk keempat rasio. Hasil uji menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada ROA (Sig. 0,936 > 0,05), ROE (Sig. 0,363 > 0,05), dan BOPO (Sig. 0,481 > 0,05), tetapi terdapat perbedaan signifikan pada LDR (Sig. 0,019 < 0,05) dengan rata-rata LDR meningkat dari 74,26% menjadi 87,83%. Temuan ini mengindikasikan bahwa mobile banking tidak secara signifikan memengaruhi profitabilitas dan efisiensi operasional secara keseluruhan, meskipun meningkatkan agresivitas penyaluran kredit pasca-implementasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak digitalisasi perbankan di Indonesia, dengan rekomendasi agar bank mengoptimalkan mobile banking untuk efisiensi biaya dan manajemen risiko likuiditas. Keywords: Mobile Banking, ROA, ROE, BOPO, LDR.