Penelitian ini mengkaji kesiapan keluarga petani dalam menghadapi program penanaman ulang kelapa sawit di Desa Cinta Damai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 90 responden yang dipilih melalui seleksi acak berstrata, menggunakan kuesioner dan statistik deskriptif untuk menganalisis empat aspek kesiapan petani. Hasil menunjukkan kesiapan secara keseluruhan yang moderat dengan perbedaan yang signifikan di berbagai dimensi. Petani memiliki pemahaman konseptual yang kuat (65,6%) tetapi menunjukkan pemahaman teknis yang rendah (44,4%). Kesiapan finansial tidak memadai, dengan hanya 4,4% memiliki tabungan khusus, meskipun terdapat metode pembiayaan komunitas melalui Unit Koperasi Desa. Secara sosio-ekonomi, ketergantungan yang signifikan pada perkebunan terlihat, dengan 82,2% petani memiliki 2-5 hektar tanah dan hanya 17,8% memiliki sumber pendapatan non-pertanian lainnya. Perbedaan emosional terlihat antara partisipasi aktif dalam konsultasi (47,8%) dan keyakinan terhadap manfaat program (5,6%). Penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemahaman konseptual dan keterlibatan petani memadai, kesiapan finansial dan keahlian teknis memerlukan perbaikan yang signifikan. Studi ini menyoroti kebutuhan akan metodologi komprehensif, termasuk dukungan teknis berkelanjutan, mekanisme keuangan komunitas yang diperkuat, inisiatif diversifikasi ekonomi, dan taktik komunikasi yang efisien untuk memperkuat kepercayaan petani. Hasil ini memperdalam pemahaman tentang kesiapan petani secara holistik dan menyediakan model intervensi yang komprehensif untuk pelaksanaan program penanaman kembali yang efektif, terutama dalam sistem pertanian plasma.