Sistem keamanan rumah konvensional memiliki keterbatasan dari segi efisiensi dan keamanan karena masih bergantung pada metode autentikasi manual seperti kunci dan kartu akses, yang rentan terhadap penyalahgunaan serta duplikasi tanpa izin. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini mengusulkan sistem keamanan rumah berbasis biometrik yang mengintegrasikan Machine Learning (ML) dan Internet of Things (IoT) untuk pengenalan wajah dan klasifikasi hewan peliharaan secara real-time. Sistem yang diusulkan menerapkan arsitektur client–server ini, dimana proses pengenalan yang membutuhkan komputasi tinggi dijalankan pada server Ubuntu menggunakan Python, OpenCV, dan TensorFlow. Metode Haar Cascade digunakan untuk mendeteksi wajah manusia, sedangkan Convolutional Neural Network (CNN) diterapkan untuk mengklasifikasikan hewan peliharaan, sehingga sistem mampu membedakan pengguna yang berwenang, individu yang tidak berwenang, serta hewan peliharaan di dalam rumah. Hasil autentikasi dikirimkan melalui protokol HTTP pada jaringan WiFi lokal ke mikrokontroler ESP32, yang selanjutnya mengendalikan mekanisme kunci pintu elektronik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mencapai akurasi pengenalan wajah sebesar 90% dan akurasi klasifikasi hewan peliharaan sebesar 98%, dengan waktu respons rata-rata berkisar antara 1,5 hingga 1,8 detik pada kondisi jaringan yang stabil. Hasil ini membuktikan bahwa sistem yang diusulkan bersifat andal, responsif, tanpa kontak, serta sesuai untuk diterapkan pada aplikasi keamanan smart home.