Layanan administrasi dan informasi berbasis daring kini menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat perkotaan, termasuk penduduk DKI Jakarta. Perkembangan teknologi menghadirkan peluang besar dalam menyediakan akses layanan administrasi publik yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Salah satu bentuk layanan tersebut adalah aplikasi Alpukat Betawi, yang memberikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta untuk mengajukan layanan administrasi kependudukan secara langsung. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah kendala dan permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih mendalam guna mengevaluasi sejauh mana aplikasi Alpukat Betawi mampu memenuhi kebutuhan penggunanya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan secara kuantitatif untuk menghimpun dan menganalisis data secara objektif, serta untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Pengukuran dilakukan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS), yang menunjukkan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000. Karena nilai tersebut lebih kecil dari ambang batas 0,05, maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel Content (X1), Accuracy (X2), Format (X3), Ease of Use (X4), dan Timeliness (X5) secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Alpukat Betawi (Y).