Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan peer tutor dalam mendukung proses belajar serta mendeskripsikan pengaruh strategi peer tutor dalam meningkatkan pembelajaran dan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Dasar Negeri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan prinsip inklusi dengan menerima siswa ABK tanpa diskriminasi. Tantangan yang dihadapi sekolah adalah ketiadaan guru pendamping khusus, kurangnya pelatihan bagi guru, serta tidak adanya kurikulum yang disesuaikan untuk ABK. Inovasi yang dilakukan sekolah agar dapat memberikan layanan pendidikan meskipun dengan hambatan tersebut adalah dengan menggunakan strategi peer tutor dalam pembelajaran di kelas. Teman dekat ABK difungsikan sebagai tutor sebaya untuk dapat membantu ABK memahami pelajaran. Strategi ini terbukti efektif karena anak cenderung lebih nyaman untuk bertanya kepada teman daripada gurunya. Tutor yang mumpuni juga menjadi faktor keberhasilan strategi ini. Tantangannya adalah ketika ABK tantrum dan karena ketiadaan guru pembimbing khusus, maka guru melakukan kolaborasi dengan orang tua agar berperan sebagai GPK dan mendampingi ABK.