Background: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode Participatory Action Research (PAR) telah berhasil meningkatkan kreativitas dan kemampuan wirausaha siswa tuna wicara di SLB Sri Mujinab Pekanbaru. Program ini berfokus pada pembuatan Tanjak Melayu, sebuah simbol budaya Riau, sebagai media untuk mengembangkan keterampilan siswa. Metode: Subjek atau peserta dalam kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif 14 siswa tuna wicara dari SLB Sri Mujinab Pekanbaru, yang terdiri atas lima (5) siswa tingkat SMP dan sembilan (9) siswa tingkat SMA. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dilakukan secara bertahap selama satu bulan penuh, mulai dari tanggal 9 November 2024 sampai dengan 10 Desember 2024. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata keseluruhan meningkat sebesar 57.1%. Kreativitas desain Tanjak naik dari 55 menjadi 85, mencerminkan kemampuan siswa dalam menciptakan desain yang inovatif. Keterampilan menjahit juga meningkat dari 60 menjadi 90, menunjukkan penguasaan teknik pembuatan Tanjak yang lebih baik. Pemahaman manajemen usaha siswa meningkat dari 45 menjadi 75, menandakan pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian usaha. Kemampuan pemasaran online juga mengalami peningkatan dari 50 menjadi 80, menunjukkan kemampuan siswa dalam mempromosikan produk melalui platform digital. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi mereka untuk berwirausaha. Kesimpulan: Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memberdayakan siswa untuk mandiri secara ekonomi di masa depan. Perbedaan utama dari versi sebelumnya adalah penambahan detail dan elaborasi pada setiap aspek peningkatan, serta penekanan pada dampak positif program terhadap kepercayaan diri dan motivasi siswa.