Street Photography menjadi salah satu genre fotografi yang cukup digemari oleh fotografer, karena dalam praktiknya yang mudah untuk dilakukan. Namun kemudian muncul sebuah masalah mengenai privasi di ruang publik. Artikel ini menggali simbol-simbol yang muncul dalam karya fotografi berjudul "Privacy Piracy" yang diciptakan oleh Kurnia Ngayuga Wibowo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui makna yang tersembunyi. Barthes menekankan pentingnya memahami struktur makna dalam sebuah gambar sebagai hasil dari interaksi antara penonton, fotografer, dan konteks sosialnya. Barthes membaginya menjadi tiga tahap pemaknaan yakni denotatif, konotatif, dan mitos. Kurnia Ngayuga Wibowo mempertanyakan sejauh mana batas garis antara privasi dan ruang publik dalam karya buku fotonya yang berjudul “Privacy Piracy”. Kesimpulan artikel ini menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana karya seni visual dapat menjadi cerminan permasalahan aktual, seperti privasi di ruang publik, dan sekaligus menjadi titik awal untuk mendialogkan solusi yang lebih bijaksana di tengah revolusi digital saat ini.