Pembelajaran IPA di kelas inklusi memerlukan pendekatan yang adaptif dan kontekstual untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik penerapan Project-Based Learning (PjBL) melalui pembuatan sabun dari minyak jelantah dalam pembelajaran IPA SMP. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis best practice dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL meningkatkan keterlibatan peserta didik yang ditunjukkan melalui beberapa indikator, yaitu (1) partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, (2) keterlibatan langsung dalam kegiatan proyek seperti mengukur, mengaduk, dan mengamati perubahan bahan, serta (3) kemampuan peserta didik inklusi dalam mengikuti instruksi bertahap dan menyelesaikan tugas sederhana sesuai perannya. Selain itu, terjadi perubahan perilaku belajar berupa meningkatnya kepercayaan diri, keberanian bertanya, dan kerja sama antar peserta didik. Dengan demikian, PjBL berbasis proyek lingkungan dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif dan adaptif untuk mendukung pembelajaran IPA di kelas inklusi.