Peningkatan jumlah dan aktivitas penduduk dapat memberikan dampak secara spasial. Kapasitas ruang yang terbatas akan mengalami tekanan dari jumlah dan aktivitas penduduk yang terus bertambah. Tekanan penduduk terhadap ruang ini terjadi dalam wujud perubahan penutup lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi debit puncak di Sub DAS Sail dengan menggunakan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Daerah penelitian yang diambil adalah Sub DAS Sail, yang sebagian besar wilayahnya masuk ke dalam administrasi Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan untuk estimasi debit puncak adalah metode rasional dan koefisien aliran menggunakan metode Bransby dan William. Berdasarkan hasil penelitian Sub DAS Sail dapat dibagi menjadi 20 sub-sub DAS. Hasil perhitungan koefisien aliran didapat bahwa terjadi kenaikan koefisien aliran dari tahun 2000-2013. Hal ini berbanding linier dengan nilai estimasi debit puncak metode rasional. Berdasarkan hasil perhitungan estimasi debit puncak terjadi kenaikan debit puncak di seluruh sub-sub DAS yang ada pada Sub DAS Sail. Berdasarkan hasil analisis, penutup lahan merupakan parameter yang berpengaruh dalam perubahan koefisien aliran dan estimasi debit puncak.
Copyrights © 2017