18th Asian Games merupakan sebuah momen penting dan bersejarah bagi negara-negara Asia, terutama Indonesia yang mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah. Banyak pihak yang tentunya ingin mengetahui perkembangan serta berpartisipasi dalam pesta olahraga tersebut, maka dari itu media sosial merupakan media perantara yang tepat dalam mengampanyekan 18th Asian Games. Kampanye tersebut dilakukan pada empat jejaring sosial, yaitu Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube. Penulis menemukan perbedaan dari empat media sosial Asian Games dalam segi konten, waktu serta frekuensi, maka dari itu penulis ingin mengetahui strategi apa yang digunakan untuk mengampanyekan Asian Games kepada masyarakat Indonesia, dan Internasional. Teori yang penulis gunakan adalah media baru, media sosial, kampanye, model kampanye Nowak dan Warneryd, kampanye media sosial, isi media dan strategi isi. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, studi pustaka dan penelurusan data online. Wawancara dilakukan dengan Digital Strategist 18th Asian Games, dan dua pakar media sosial. Hasil dari penelitian ini adalah strategi isi yang sudah diterapkan dan dibedakan untuk masing-masing jejaring sosial tidak dapat berlanjut dikarenakan oleh masalah kepentingan, permintaan dan persetujuan pihak atasan, pemerintah serta sponsor.
Copyrights © 2018