Mayoritas penduduk Indonesia merupakan orang asli Indonesia, sedangkan etnik Tionghoa menjadi penduduk minoritas. Sebagai kelompok minoritas, penelitian ini ingin melihat apakah dalam film Ngenest ada kesenjangan sosial pada masyarakat Tionghoa di Indonesia, bagaimana posisi mereka di lingkungan masyarakat dan bagaimana cara mereka berbaur agar tidak dianggap berbeda oleh kelompok mayoritas dengan menggunakan teori yang terdiri dari komunikasi, komunikasi antara budaya, kesenjangan sosial, persepsi, komunikasi massa, film, serta semiotika. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer merupakan hasil observasi melalui aktifitas, tanda, simbol, serta visual yang terdapat dalam film Ngenest dan data sekunder diperoleh dari buku, dokumen, serta internet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia kerap mendapatkan perilaku bullying baik verbal atau pun nonverbal dan pengalaman buruk yang diterima seseorang akan menimbulkan persepsi terhadap budaya milik orang lain.
Copyrights © 2017