MABASAN
Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan

BEKAYAT SASAK DI LOMBOK ANTARA KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN

Made Suyasa (UMM)



Article Info

Publish Date
18 Feb 2019

Abstract

Bekayat adalah tradisi sastra masyarakat Sasak di Lombok yang berupa pembacaan hikayat/syair dengan cara menembangkan kemudian diikuti terjemahan dan penafsiran secara bergantian oleh penembang dan pengarti (bujangge).Bekayat merupakan bentuk apresiasi masyarakat Sasak terhadap teks-teks sastra, disitulah teks-teks tulis diterjemahkan, ditafsirkan, dan dikaji secara lisan oleh pelaku bekayat secara lebih dalam, filosofis atau sufistik sehingga teks itu menjadi bermakna bagi kehidupan manusia yang menghasilkan dan yang menggunakannya. Kehadiran bekayat  bukan hanya sebagai media dakwah, namun  mampu menyatu dengan kehidupan ritual adat keagamaan masyarakat suku Sasak dan membangun silaturrahmi dalam bentuk berkesenian. Kelisanan dan keberaksaraan masih tetap berkembang dalam masyarakat Indonesia karena keduanya saling mendukung, hal ini menjadikan kebudayaan khirografik mendapat tempat yang baik sebagai panggung apresiasi  teks-teks tradisional. Bekayat sebagai panggung apresiasi berlangsung sepanjang pertunjukan, mereka berusaha mengangkat isu-isu aktual yang terkait dengan teks baik itu isu sosial, politik, ekonomi, budaya, dan juga praktik-praktik kehidupan yang melnyimpang dari ajaran Islam. Pendekatan dalam praktik apresiasi seperti dalam bekayat  menekankan pada bagaimana teks digunakan dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

MABASAN

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in MABASAN have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. MABASAN is published by Kantor Bahasa NTB twice times a year, in June and December. ...