Artikel ini berusaha menganalisis industri makanan tradisional di kota Yogyakarta. Mengadopsi Porters Five Forces Model (PFFM), Concentration Ratio (CR), Herfindahl-Hirschman Index (HHI), dan Minimum Efficient Scale (MES) sebagai alat analisis. Melalui PFFM, kami mengidentifikasi pesaing di dalam industri, ancaman barang pengganti, ancaman pendatang baru, kekuatan tawar pemasok, dan kekuatan tawar pembeli. Selain itu, alat analisis CR, HHI, dan MES digunakan untuk menelaah struktur pasar industri. Hasil analisis menunjukkan bahwa industri bakpia di Yogyakarta bisa dikategorikan ke dalam tipe pasar oligopoli konsentrasi rendah (lowgrade oligopoly). Selain itu, kami juga menemukan bahwa hambatan masuk pasar industri bakpia di kota Yogyakarta relatif tinggi.
Copyrights © 2019