Adityo Nugroho, Herman Suryokumoro, Nurdin Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang Email : Axil39@gmail.com  Abstrak Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang dilatarbelakangi dengan kaburnya hukum yang mengatur tentang status tawanan perang bagi kombatan yang berperang secara gerilya dengan studi kasus dalam perang gerilya di Vietnam, Konvensi Genewa III tentang perlakuan terhadap tawanan perang hanya mengatur status tawanan perang seorang yang memenuhi status sebagai seorang kombatan. Permasalahan terjadi ketika seorang kombatan yang tidak memenuhi syarat sebagai seorang kombatan tertangkap oleh pihak musuh. Penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-udangan(statue approach) dan pendekatan kasus(case approach). Kata Kunci: Tawanan Perang, Peperangan Gerilya, Kaburnya Hukum.  Abstract This study focused on the problem that has been occured because of absence in the regulation about prisoner of war status for combatant who used guerila as a methode of warfare, case studies in vietnam, III Geneva Convention relative to treatment of prisoner of war only regulates the status of prisoner of war who are qualified as combatant, the problem occured when combatant who used guerila as a methode of war being capture by the enemy. This research is an normative-juridical by using statue aproach anad case approach. Key Words: Prisoner Of War, Guerila Warfare, Absence Of The Law
Copyrights © 2016